Akar dari Java adalah kolaborasi dimana semula teknologi ini hanya sebuah teknologi untuk membuat aplikasi
yang diberikan dibiarkan Sun tetapi diberikan gratis.
Komunitasnya mengembangkan terus, menambahkan komponen, dan akhirnya secara radikal merubah
spesifikasi dari blueprint yang dikembangkan Sun, menjadi jauh lebih mature dan lengkap. Yang mana
konon kontribusinya lebih dari 99% dari besaran Java yang dikembangkan Sun. Walaupun tentu saja
Sun adalah inventornya.
Solusi yang dikembangkan diatas Java sangat besar dan menghasilkan kemapanan bagi penggunanya. Yang
mana yang ditaksir bernilai lebih dari US$ 25 miliar.
Kolaborasi yang terbuka menggunakan media Internet, membuat perusahaan kelas wahid seperti
Oracle, IBM, Bea ataupun Sun, berkolaborasi menyelesaikan kasus-kasus implementasi Java, baik dari
cara pakai ataupun membuat komponen baru untuk melengkapinya.
Bentuk kolaborasi ini yang akhirnya merubah Apache yang notabene terkenal karena web servernya,
menjadi komunitas Java terbesar. Negara lain seperti Uni Eropa membuat kerja sama
aliansi pengembangan bernama OW2, yang semula merupakan konsorisium uni eropa bernama
ObjectWeb.
Kolaborasi ini juga menghasilkan banyak komunitas atau konsorsium baru seperti Eclipse, Open
Symphony dan CodeHaus.
Kolaborasi berbentuk komunitas-komunitas ini adalah kekuatan utama Java.