Java yang berbasis obyek, dan pada implementasinya selalu mengacu pada implementasi berbentuk
container, mengakibatkan banyak implementasi container baru didalam container Java, dan
implementasi ini menghasilkan sebuah obyek yang dapat dipergunakan kembali. Obyek tersebut harus
dikelola untuk menghasilkan sebuah unjuk kerja sistem yang handal, dan untuk
mengimplementasikannya diperlukan arsitektur yang terencana juga.
Mekanisme kerja seperti ini yang membuat pengembangan teknologi berbasis Java, harus dirancang
arsitekturnya, yang bekerja seperti layaknya membangun gedung bertingkat. Fondasi-fondasi yang
berbasis obyek harus direncanakan matang untuk menghasilkan sebuah fondasi sistem, yang mana
fondasi tersebut seperti fondasi bangunan.